Jumat, 12 Oktober 2012

Makalah Sosiologi Olahraga


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
     Sebagaimana diamanahkan dalam Undang-Undang No.25 Thn 2000 (selanjutnya disingkat UU No.25/2000) tentang program pembangunan nasional (PROPENAS) tahun 2000 sampai 2004 khususnya dalam bidang olahraga adalah :
Program pengembangan dan keserasian kebijakan olahraga
1.      Program pengembangan dan keserasian kebijakan olahraga
2.      Program pemasyarakatan olahraga
3.      Program pemanduan bakat dan bibit olahraga
4.      Program peningkatan prestasi olahraga
    Ditambah Undang-Undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 2005 tentang system keolahragaan nasional. Kemudian berjalannya otonomi daerah yang memberikan motivasi kepada kita semua dalam rangka pengembangan suatu wilayah dalam sauna yang kondusif dan dalam wawasan yang demokratis dilanjutkan lagi dengan adanya kebijakan bupati Kabupaten Pinrang yang berfokus pada peningkatan sumberdaya manusia masyarakat Kabupaten Pinrang khususnya pada bidang pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah-sekolah dan masyarakat sebagai subsistim pendidikan secara menyeluruh yang nantinya dapat meningkatkan kualitas fisik, karakter, etika, disiplin, dan kepribadian masyarakat Pinrang.
    Tolak ukur keberhasilan pembinaan prestasi olahraga yang dicapai oleh Kabupaten Pinrang pada pekan olahraga daerah (PORDA) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, di tandai dengan memperoleh medali emas 7 dari total medali emas yang di perebutkan 296 medali emas. Pada medali  perak 9  dari total medali perak yang di perebutkan 296 medali perak sedangkan medali perunggu 28 dari total medali perunggu yang di perebutkan 398 medali perunggu pada PORDA di kabupaten Bone.
    Ditambah lagi dengan adanya kebijakan bupati Kabupaten Pinrang yang berfokus pada peningkatan sumberdaya manusia masyarakat Kabupaten Pinrang khususnya pada bidang pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah-sekolah dan masyarakat sebagai subsistim pendidikan secara menyeluruh yang nantinya dapat meningkatkan kualitas fisik, karakter, etika, disiplin, dan kepribadian masyarakat Pinrang.
   Beberapa faktor yang sangat berpengaruh dalam pengembangan   olahraga prestasi di Kabupaten Pinrang :
1.            Sumberdaya manusia olahraga (pelatih, atlit, wasit dan pengurus olahraga )
2.            Sarana dan prasarana
3.            Kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Pinrang  
4.            Kinerja organisasi
   Sehubungan dengan itu, pemerintah daerah dan komite olahraga nasional Indonesia kabupaten pinrang sebagai badan pengelolah tertinggi dalam pengembangan olahraga prestasi di daerah perluh menyikapi fenomena ini dan membuat langkah-langkah strategis untuk pengembangan olahraga prestasi di kabupaten pinrang . Salah satu langkah yang mendasar perluh dilakukan adalah  perluhnya data empirik tentang sumber daya manusia  (atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga).
Dari berbagai permasalahan yang telah di terangkan di atas maka penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul “analisis strategi potensi pembinaan olahraga prestasi di daerah kabupaten Pinrang dalam menyonsong pekan olahraga daerah di kabupaten pangkep tahun 2010”

B.     Identifikasi Masalah
Bertitik tolak pada latar belakang masalah yang telah di kemukan banyak factor yang mempengaruhi peningkatan prestasi olahraga dan dapat di identifikasikan sebagai berikut:
1.      Cabang olahraga apa yang perluh dibina untuk persiapan PORDA ke XIV di Kabupaten Pangkep 2010?
2.      Faktor-faktor apa yang perluh dibenahi untuk persiapan PORDA ke XIV di Kabupaten Pangkep 2010?


C.     Pembatasan Masalah
Berdasarkan uraian identifikasi masalah diatas dan mengingat luasnya variable yang mempengaruhi peningkatan presatasi di kabupaten pinrang dan keterbatasan waktu, pendanaan dan tenaga yang dimiliki maka penulisan ini di batasi hanya dengan menganalisis potensi pembinaan olahraga prestasi di daerah kabupaten pangkep.
D.    Tujuan
            Adapun tujuan di buatnya karya ilmaih  ini adalah untuk memenuhi tugas matakuliah Sosiologi Olahraga yang dibimbing oleh dosen Drs. Yuherdi, S.Pd
E.     Manfaat
Manfaat dari pembuatan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.      Menjadi bahan untuk memenuhi tugas akhir semester pendek matakuliah Sosialogi Olahraga.
2.      Menjadi bahan informasi bagi pembaca.
3.      Sebagai pedoman kepada pelatih, guru, atlet, dan diri sendiri untuk meningkatkan prestasi olahraga.
4.      Dapat menjadi bahan acuan untuk penelitian selanjutnya dengan permasalahan yang lebih luas.



BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Kajian Teori
1.      Hakikat olahraga prestasi
                        pengembnagan olahraga sampai sekarang ini mengalami perubahan sesuai dengan perkembanagan dan penerapan teknologi dalam olahraga. IPTEK olahraga memang tidak bisa di pungkiri sebagai salah satu factor yang mempengaruhi defenisi atau pengertiaan olahraga sampai sekarang ini.
                        Walaupun pengertian olahraga masih beragam namun esensi pengertian olahraga kebanyakan berkaitan dengan tiga unsure pokok yaitu; bermaian, latihan fisik dan kompotensi. Defenisi olahraga yang di rumuskan dewan Eropa  (1980)  “olahraga sebagai aktivitas spontan, bebas dan dilaksanakan selama waktu luang” Pengertian ini merupakan interpretasi yang masih bersifat umum yang kemudian digunakan sebagai dasar bagi gerakan “Sport For All”.
                        Menurut Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat (2004) bahwa pola pembinaan dan pengembangan olahraga di Indonesia menggunakan pola piramida terbalik yaitu: dimulai dari pemassalan melalui sekolah-sekolah dan masyarakat, kemudian talent scouting (Pemandu Bakat), Pembinaan spesialisasi cabang olahraga di klub-klub, tahap pemantapan prestasi, dan terakhir penghalusan prestasi (berprestasi Nasional dan Internasional).
Menurut litbang KONI Pusat (2004) bahwa ada beberapa komponen yang menentukan tercapainya prestasi tinggi dalam olahraga prestasi yaitu ; keadaan teknik peralatan/sarana - prasarana olahraga, keadaan pertandingan, keadaan psikologi atlet, keadaan kemampuan keterampilan atlet, keadaan kemampuan fisik atlet, keadaan konstitusi tubuh dan keadaan kemampuan taktik/strategi.
2.      Hakikat Olahraga prestasi di Tinjau dari Sumber Daya Manusia
                        Sumber daya manusia yang di miliki suatu daerah menempati kedudukan paling strategik dan penting diantara sumber daya lainnya. Sumber daya manusia yang mengalokasikan dan mengelolah segenap sumber daya lainnya, bagaimanapun berlimpahnya kondisi sumber daya lainnya tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.Sumber daya manusia adalah model dasar pembangunan nasional pada umumnya dan peningkatan prestasi olahraga pada khususnya   Pengembangan olahraga prestasi kompleks, untuk itu di perlukan sumberdaya manusia yang berkualitas.komponen sumberdaya manusia yang dimaksudkan adalah atlet dan pelatih.
                        Menurut Harzuki (2003) bahwa setiap organisasi olahraga sangat tergantung pada orang-orang yang mengambil perang dari organisasi misalnya; administrator, pengumpul atau penyandang dana, perencana, wasit ,pelatih, atlet dan ahli sport medicine. Komponen-komponen sumber daya manusia ini sangat menentukan tingkat keberhasilan pengembangan olahraga prestasi di suatu kabupaten.
3.      Hakikat Olahraga prestasi di Tinjau dari Sarana dan Prasarana
            Pengembangan olahraga prestasi juga didukung oleh adanya sarana-prasarana yang memadai atau sesuai dengan standar yang digunakan dalam pertandingan resmi cabang olahraga tersebut.
Menurut Direktur Pendidikan Dasar, (1999:38) bahwa sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung keberhasilan pembinaan olahraga, yang harus tersedia bagi setiap upaya peningkatan prestasi sebagai tujuan utama pembinaan olahrga.
Menurut Harzuki, (2003) bahwa sumber daya sarana-prasarana dalam olahraga dibagi menjadi dua yaitu: sumberdaya materi dan sumberdaya fasilitas. Sumberdaya materi terdiri atas pralatan administrasi kantor, alat dan sumber daya fasilitas terdiri dari sarana olahraga (dan gedung/tempat latihan atlet), dan peralatan kesehatan.
Menurut Purnomohadi, (2003) mengatakan bahwa kebutuhan sarana dan prasarana perlu memperhatikan tiga faktor:
1.      Kualitas
2.      Kuantitas
3.      Dana  
          Untuk sumberdaya fasilitas terdiri atas: (1) atlet dan (2) pelatih. Untuk atlet terdiri atas: pemondokan dan makanan yang baik dan dekat dengan lokasi latihan, akses pada kesempatan pendidikan yang memadai, akses dengan transportasi mudah, akses pada kesempatan pendidikan yang memadai, akses dengan tempat kerja yang relatif dekat, dukung masyarakat, termasuk dukungan dari media.
Untuk pelatih terdiri atas, akses terhadap sumberdaya personil yang cukup seperti asisten peltih, manajer dan ahli sport medicine, akses pada fasilitas dan pelayanan untuk semuanya seperti ruang belajar, ruang latihan beban dan peralatannya.









BAB III
PEMBAHASAN
A.    Pembahasan
            Dewasa ini semakin sukar dipisahkan muatan teknologi yang menggabungkan otot dan mesin temuan ilmiah melahirkan olahraga yang berorientasi teknologi (techno sport). Pada tingkat Internasional masih dihadapkan pada kesulitan menetapkan defenisi olahraga yang dapat memuaskan banyak orang, sehingga sampai sekarang ini ditemukan defenisi olahraga yang beragam, sesuai dengan sudut pandang disiplin ilmu keolahragaan yang digunakan memahami fenomena olahraga.
Pengembangan olahraga prestasi sangat kompleks, sehingga memerlukan waktu yang panjang untuk menghasilkan suatu prestasi pada tingkat dareah , nasioanal dan Internasional. Waktu yang panjang juga tidak cukup, jika tidak didukung oleh suatu program latihan secara bertahap dan berkelanjutan serta membutuhkan dana yang cukup. Untuk itu dalam pengembangannya dimulai dari pemassalan melalui pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah-sekolah dasar, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan spesialisasi olahraga pada usia dini, pemantapan dan pembinaan lebih lanjut.
Kemudian alat penunjang lainnya untuk mengahasilkan suatu prestasi di antaranya adalah Sumberdaya manusia olahraga didalmnya terdapat pelatih, atlet, wasit, dan pengurus olahraga. Selain itu sarana dan prasarana juga sangat berpengaruh besar dalam peningkatan prestasi.
Untuk mengmbangkan olahraga prestasi memanglah tidak mudah, karena dibutuhkannya suatu kebijakan dari pemerintah setempat agar dalam peningkatan prestasi olahraga lebih mudah untuk di lakukan.
Noerbai (2003) mengemukakan bahwa kalau di Indonesia pengembangan olahraga prestasi haruslah dimulai dari atas atau dari pimpinan Negera (kebijakan pemerintah pusat dan daerah) dan untuk mengembangkan masih harus melakukan negosiasi yang baik dengan pemerintah, sehingga anggaran yang dibutuhkan bisa disiapkan oleh pemerintah.
Menurut Suhantoro (2003) bahwa kini tibalah saatnya Pemerintah Kabupaten mengambil langkah pembaharuan dan modernisasi pembinaan olahraga Nasional. Semacam revolosi yang harus dilakukan; tidak lagi defensif menereima laporan begitu saja dari induk organisasi cabang olahraga, namun diperlukan tindakan lebih ofensif, agar Pemerintah Kabupaten  aktif sejak permassalan, pembibitan, pembinaan intesif, seleksi bibit atlet elit didalam mempersiapkan program jangka pendek dan jangka menengah, untuk memenuhi komitmen daerah, Nasional, Internasional.
Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan olahraga prestasi di Kabupaten  masih tergantung pada pola kebijakan pemerintah ditingkat provinsi  dan dukungan dari masyarakat, kebijakan pemerintah dan dukungan masyarakat berupa penyediaan dana yang cukup pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, sehingga proses pembinaan atlet dapat berjalan secara sistematik, kontinyu dan berkesinambungan.
B.     Kesimpulan
            Dari pembahasan diatas dapat di simpulkan bahwa dalam peningkatan prestasi olahraga dibutuhkannya :
                                i.            Sumberdaya manusia olahraga (pelatih, atlit, wasit dan pengurus olahraga )
                              ii.            Sarana dan prasarana
                            iii.            Kebijakan pemerintah dalam peningkatan prestasi olahraga
                            iv.            Kinerja organisasi
C.     Saran
Berdasarkan karya ilmiah yang di buat ini disarankan kepada :
1.      Diharapkan agar karya ilmiah ini bermanfaat sebagai bahan masukan dalam menyusun karya ilmiah selanjutnya.
2.      Diharapkan kepada pemerintah dalam kebijakannya dalam penyediaan dana
3.      Bagi peneliti, sebagai masukan penelitian dalam rangaka pengembangan ilmu dalam pendidikan olahraga prestasi.
DAFTAR PUSTAKA
          www.wikipedia.com
          Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2005. Sistem Keolahragaan Nasional. Jakarta
          Ditjen Olahraga Depdiknas, 2003 Kebijakan Pemerintah Di Bidang Olahraga. Makassar. Makalah seminar KONI Daerah Sulawesi Selatan.
          Harzuki, 2003. Manajemen Olahraga. Jakarta
          Litbang KONI Pusat, 2004. Struktur Berprestasi Tinggi. Jakarta: Penerbit Pusat Penataran Litbang KONI Pusat.
          Noerbai, 2003. Menyelamatkan Aktivitas Olahraga dari Korban Apapun. Jakarta: Penerbit PT. Raja Grafindo Persada.
          Suhantoro, 2003. Membangun kembali Olahraga Nasional dengan Pendekatan IPTEK Malang. Jatim: Makalah seminar Universitas Negeri Malang.
          Purnomohadi, 2003. Prasarana Olahraga Untuk Menyongsong Hari Depan Olahraga di Indonesia. Dalam Haszuki (ED) Perkembangan Olahraga Terkini Kajian Para Pakar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar